Level 2 mengadakan acara Outdoor Study hari Selasa, 18 Februari 2020. Outdoor study dilaksanakan di Sanggaluri Purbalingga, Jawa Tengah. Kami berkunjung kesana menggunakan transportasi angkot. Kita mulai bersama-sama berangkat dari sekolah pukul 07.30 WIB. Membutuhkan waktu perjalanan selama 30 menit sampai di tujuan lokasi wisata. Sesampainya disana pukul 08.00 WIB, semua anak-anak kelas 2 memulai kegiatan tersebut dengan foto bersama, murojaah surat Adh Dhuha , kemudian sambutan oleh Ustadzah Yuliyanti, S.Pd selaku wakil kepala sekolah Level 2. Agar kegiatan ini diawali dengun penuh semangat dan gembira, Ustadz Dimas memberikan yel-yel yaitu “Outdoor Level 2, Hebat… Asyik… dan Semangat…!!”.
Siswa melakukan observasi dengan antusias dan gembira. Kegiatan observasi ini, peserta didik dibagi ke dalam kelompok kelas untuk observasi. Dimulai dari kelas Al Mukmin, As Salam, Al Muhaimin, Al ‘Aliim, Al Quddus, Al Baasith. Disini tak hanya wahana permainan, tempat ini juga dilengkapi museum dan taman edukasi yang komplit. Nama Sanggaluri berasal dari kata Sanggar yang berarti tempat atau taman, Luru yang bermakna mencari serta Ilmu atau pengetahuan.
Sesuai namanya, Sanggaluri dimaksudkan menjadi tempat wisatawan mendapat ilmu sekaligus hiburan. Tak heran, di lahan seluas sekitar 3,5 hektar tersebut, berbagai wahana tersedia. Ada taman burung dan reptil, museum uang, juga taman buah. Memasuki tempat wisata yang ada di Jalan Raya Kutasari-Tobo, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Anda akan langsung disuguhi koleksi serangga. Tersimpan beragam kupu-kupu warna-warni dalam beberapa lemari kaca. Kupu-kupu yang telah diawetkan tersebut ditata secara rapi. Bahkan, ada yang diletakkan di atas peta Indonesia.
Ada pula koleksi reptil, di antaranya ular, buaya, dan kadal. Kita tak hanya berkesempatan menyaksikan dari balik kandanga tetapi juga foto gratis. Tak perlu khawatir, ada pawang dan petugas yang mendampingi untuk memastikan keamanan. Di taman reptil ini juga terdapat kura-kura. Satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kura-kura mirip aligator, yakni Alligator snapping turtle. Kura-kura ini memiliki kepala mirip buaya dan cangkang tajam. Semakin masuk ke dalam tempat wisata ini, Anda akan menemukan hamparan taman hijau berlatar Gunung Slamet. Ada taman buah juga labirin dari tanaman teh-tehan.
Tak jauh dari taman tersebut, terdapat bangunan modern yang merupakan museum. Ada tiga museum di taman ini, yakni Museum Uang, Museum Wayang dan Artefak, serta Rumah Prestasi dan Peraga Iptek.
Seperti namanya, di Museum Uang tersimpan koleksi uang, baik logam maupun uang kertas. Paling banyak, koleksi uang Republik Indonesia dari masa ke masa. Mulai penjajahan Belanda, Jepang sampai uang terbaru yang kini digunakan sebagai alat tukar.
Dengan adanya kegiatan outdoor study kali ini, diharapkan peserta didik lebih mengenal keragaman alam seperti hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia, macam-macam wayang, jenis kupu-kupu, jenis kumbang, jenis capung, jenis reptil, pecahan uang di Indonesia dari tahun ke tahun, mata uang dari berbagai negara dan lain-lain. /Dimas






