Generasi Cerdas Berkarakter dengan Supercamp

Kurang lebih sebanyak 320 siswa kelas 4 dan 5 SD Al-Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto mengikuti kegiatan Supercamp di lapangan SPN Purwokerto. Para peserta yang terdiri dari 14 barung dan 13 regu ini mengikuti kegiatan Supercamp selama 2 hari, yaitu di hari Jumat dan Sabtu, 8 dan 9 April 2018.

 

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari ini bertujuan untuk mendidik siswa-siswi agar menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, mandiri, disiplin, kreatif, peduli sesama, peduli lingkungan, mampu bekerja sama dan tentunya mendidik siswa-siswi agar berakhlak islami. Hal tersebut sejalan dengan tema Supercamp 2018 yaitu “menciptakan generasi islami yang cerdas, kreatif, dan berkarakter”.

“Ustadz harap anak-anakku semua dapat menyiapkan fisik dan mental untuk kegiatan selama dua hari ke depan, sehingga tujuan dari acara Supercamp ini bisa tercapai”, pesan Ust. Abdul Qohin selaku Kamabigus SD Al-Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto dalam sambutannya saat pembukaan acara Supercamp 2018. Sambutan tersebut sekaligus sebagai penanda dimulainya acara supercamp 2018.

Seusai sambutan dari Kamabigus, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memasak dengan bahan dasar pisang, lomba mendirikan dan menghias tenda, serta kegiatan memasak makan siang bagi kelompoknya masing-masing. Lomba-lomba tersebut diharapkan akan melatih ketangkasan, kreativitas, ke

kompakan, kerja sama, serta kecepatan siswa dalam menyelesaikan suatu tugas.

Sholat tepat waktu merupakan cerminan sikap disiplin pada diri seseorang. Disiplin merupakan salah satu karakter yang ingin dibangun pada acara Supercamp 2018 ini. Oleh karena itu, menjelang waktu dhuhur, semua siswa putra diarahkan untuk mengambil air wudhu agar mereka dapat mengerjakan sholat jumat berjamaah tepat waktu. Begitu juga dengan siswa putri, mereka pun secara berg

 

iliran diarahkan untuk berwudhu agar dapat mengerjakan sholat dhuhur berjamaah tepat waktu. Tak hanya sholat dhuhur, panitia juga mengarahkan siswa agar senantiasa mengerjakan sholat wajib tepat waktu. Seusai sholat, seluruh peserta diajak untuk menikmati santap siang yang telah mereka siapkan bersama kelompoknya masing-masing. Untuk melatih kedisiplinan, waktu makan pun dibatasi.

Agenda selanjutnya ialah pentas seni dan lomba PBB. Meski sempat terhalang oleh hujan lebat dan pemadaman arus listrik, namun semangat para peserta supercamp tidak pernah padam. Mereka tetap mengikuti rangkaian demi rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia dengan semangat.

 

Ibarat sayur yang hambar tanpa garam, perkemahan pun akan terasa kurang sempurna tanpa api unggun. Malam harinya, seusai melaksanaan sholat Isya berjamaah, seluruh peserta supercamp pun akhirnya mengikuti prosesi upacara api ungun. Upacara api unggun merupakan salah satu agenda yang cukup dinanti-nantikan oleh seluruh peserta supercamp. Kobaran api unggun yang menyala di malam hari menjadi simbol akan semangat para peserta supercamp yang senantiasa membara dan tak boleh padam, meski kondisi tubuh sudah lelah dan letih.

Pada hari kedua supercamp, ketangkasan, kekompakan, kedisiplinan, kemandirian, dan kecerdasan siswa kembali diuji. Mereka mengikuti rangkaian acara mencari jejak yang terdiri dari 6 pos. Pos semaphore adalah pos penentu pemberangkatan tiap kelompok. Pada pos ini, panitia memberikan soal dalam bentuk kode semaphore, kemudian peserta diminta untuk menerjemahkannya. Bagi tiap regu atau barung yang dapat menjawab pertanyaan akan diizinkan untuk melakukan penjelajahan terlebih dahulu. Setelah lolos dari pos pemberangkatan, siswa akan diuji kreativitasnya di pos pertama, yaitu dengan menggaungkan yel-yel kelompoknya masing-masing. Di pos kedua daya ingat siswa pun kembali diuji melalui pos tahfidz. Dalam pos tersebut, siswa diminta untuk melantunkan hafalan sebanyak dua surat dari juz 30 dengan baik dan benar. Surat yang dipilih panitia adalah surat Al-Infithar dan Al-fil. Dilanjutkan dengan pos ketiga yaitu pos ketangkasan. Siswa diminta menyelesaikan estafet holahoop dalam waktu sesingkat mungkin. Kemudian dilanjutkan dengan uji baris-berbaris di pos keempat. Tidak selesai sampai disitu, perjalanan peserta masih berlanjut di pos kelima yaitu pos penciuman. Siswa secara tutup mata diminta untuk membau beberapa rempah dan menebaknya. Kemudian di pos terakhir siswa diminta mengeluarkan bola dalam pipa yang berlubang dengan cara mengisinya dengan air. Tentu saja kecerdasan dalam menentukan strategi, kekompakan, dan ketangkasan siswa diuji di pos ini.

Di akhir acara, untuk melatih kepedulian siswa terhadap lingkungan, siswa bersama kelompoknya diminta untuk membersihkan area perkemahan dan merapikan kembali tenda yang sudah mereka bongkar. Kemudian, sebagai penghargaan bagi kelompok tergiat, panitia pun memberikan hadiah bagi masing-masing 3 barung putra-putri dan masing-masing 3 regu putra-putri yang memperoleh nilai paling tinggi selama kegiatan supercamp berlangsung.

Acara supercamp 2018 ditutup dengan sorak sorai para pemenang saat hadiah dibagikan. Tak ketinggalan dengan barung atau regu yang belum menjadi pemenang, mereka pun turut berbahagia karena mendapatkan hadiah hiburan dari panitia.

Oleh: Nur Azijah (Guru SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *