Menumbuhkan Budaya Literasi sejak Dini

    Membaca adalah membuka jendela dunia. Demikian bunyi salah satu peribahasa tentang membaca. Peribahasa tersebut mengingatkan kepada semua orang tentang pentingnya membaca karen begitu banyak kebaikan yang diperoleh dari kegiatan membaca. Antara lain bertambahnya wawasan, semakin pandai, membentuk pribadi yang lebih sabar dan teliti, serta membuat seseorang semakin berilmu.

Seperti tampak pada hari Jumat, 19 Januari 2018, sejumlah siswa tampak asyik memilih-milih buku yang berjejer rapi di rak. Setelah mengambil buku, dengan tertib siswa duduk lalu membaca. Uniknya, buku yang sedang dibaca pun kerap ditunjukkan juga kepada teman yang lain, kemudian terjadilah diskusi antar teman. Buku-buku yang fulcolor menjadi favorit bagi anak-anak untuk dibaca. Beragam cerita, kisah, dan wawasan yang mereka baca dengan suka cita. Satu siswa minimal melahap 4 buku bacaan, meskipun belum sampai selesai membacanya.

Kemudian dalam kelompok-kelompok kecil mereka mempresentasikan salah satu buku yang telah dibacanya. Kegiatan ini berlangsung di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Purwokerto. Siswa pun kerap memberikan pertanyaan terkait buku yang dibaca kepada guru yang mendampingi.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 07.30 sampai dengan 10.00 tersebut, siswa bukan hanya membaca buku, namun juga menonton film edukasi pada ruang bioskop mini di Perpusda. Melalui film tersebut, siswa kembali diajak untuk mengambil pesan yang disampaikan, salah satunya tentang pentingnya membaca buku sebagai jendela dunia.

Kegiatan gemar membaca ini juga sudah dicanangkan oleh SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto bagi para peserta didiknya. “Kami bertekad agar budaya literasi ini sudah tertanam sejak dini. Anak-anak senang membaca, senang menulis, dan mampu menyampaikan pesan dengan baik.”ungkap Ustaz Abdul Qohin, M.Pd.I selaku kepala sekolah.

Kegiatan yang sudah berjalan, siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkunjung ke perpustakaan untuk membaca buku dimulai dari buku cerita, buku berhitung, ensiklopedia dan lain-lain. Saat istirahat dan menunggu penjemputan pulang siswa secara teratur berkunjung ke perpusatakaan. Selain visit library, pihak sekolah pun mengadakan kegiatan berwisata buku, baik ke toko buku maupun perpustakaan daerah. Siswa juga diikutsertakan dalam penulisan karya siswa di media cetak sebagai wadah potensi menulis siswa. (Siti Puji Yunianti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *