“MELESTARIKAN ANEKA MAKANAN TRADISIONAL”

Ada pemandangan yang berbeda di halaman SD Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017. Tampak siswa siswi kelas dua tengah asyik berkutat dengan beberapa bahan makanan yang tersaji. Dengan memakai celemek, mereka tampak serius menata bahan makanan yang dibagikan oleh guru. Unikny, setiap kelompok membuat olahan makanan yang berbeda tetapi dengan bahan dasar yang sama yaitu singkong. Kegiatan diawali dengan memberikan pengetahuan tentang singkong dan kebaikan-kebaikan yang terkandung di dalamnya. Dalam sesi ini banyak siswa yang mengajukan berbagai pertanyaan. Tampak siswa masih asing dengan singkong bahkan ada yang untuk pertama kalinya mengamati. Meskipun termasuk bahan makanan yang merakyat, sebagian siswa merasa asing dengan singkong.

Dewasa ini banyak makanan cepat saji atau jajanan anak yang penuh dengan pengawet, pewarna, dan penyedap rasa yang tentu saja berbahaya bagi masa depan anak bangsa. Melalui kegiatan memasak olahan makanan tardisional dengan bahan dasar singkong ini ditujukan agar siswa mengetahui berbagai makanan tradisional yang sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu strategi untuk terus melestarikan makanan tradisional kebanggaan bangsa Indonesia.

Setelah mendengarkan pengarahan tentang singkong, siswa pun mulai meracik makanan sesuai dengan kelompoknya. Uniknya, meskipun dengan bahan dasar yang sama namun menjadi beberapa menu yang berbeda. Menu yang dimasak antara lain ; lapis singkong, keripik singkong, jalabiya, mata roda, gesret, cimplung, singkong meleleh, ondol, lemet, gethuk, singkong parut, dan combro. Terlihat mereka sangat antusias dalam meracik makanan dengan panduan dari guru. Meskipun kegiatan meracik dan menghias ini berjalan cukup lama, namun tidak mengurangi rasa senang dari para siswa.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan makanan tradisional yang sebenarnya sangat dekat dengan lingkungan kita tetapi anak-anak banyak yang tidak tahu. Mereka lebih senang untuk beli jajanan-jajanan yang tidak terjamin kebersihan dan kandungan gizinya,’ tandas Ustaz Abdul Qohin, M.Pd.I selaku Kepala Sekolah.

Karena pelaksanaan kegiatan ini bersamaan dengan hari Sumpah Pemuda, maka menu makanan yang dibuat oleh siswa pun diberi nama yang sangat kental dengan semangat perjuangan. Sebagai contoh, cimplung pantang menyerah, combro semangat bro, mata roda terus berkarya dan lain sebagainya. Uniknya dalam kegiatan tersebut setiap siswa bukan hanya menikmati hasil olahan kelompoknya saja. Tapi juga menikmati empat jenis menu yang dibuat oleh kelompok lain.

Setelah kegiatan, pengetahuan siswa pun bertambah tentang betapa kayanya negara Indonesia tercinta, salah satunya dengan aneka ragam makanan tradisional yang menjadi tugas anak bangsa untuk melestarikannya. Tak jarang diantara siswa pun banyak yang ingin membuat lagi makanan yang sama di rumah. Besar harapan dari pihak sekolah agar target kegiatan tercapai, yaitu menambah wawasan anak didik tentang keragaman makanan tradisional di negara kita serta anak-anak lebih tertarik untuk mengkonsumsi makanan yang sehat daripada membeli jajanan yang kurang sehat. (Siti Puji Yunianti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *