Belajar Matematika Mengasyikan dengan Kartu Tanya

IMG_20171024_095338Matematika adalah salah satu pelajaran yang masih menjadi momok bagi sebagian siswa. Terlebih bagi siswa kelas 4. Sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan secara nasional, mata pelajaran ini membuat beberapa siswa berusaha keras untuk menaklukkannya sejak dini. Banyak yang berhasil, namun tak sedikit pula yang kalang kabut. Buktinya, meski banyak yang mendapatkan nilai sempurna pada mata pelajaran tersebut, namun tak sedikit pula yang mendapat nilai di ambang batas tuntas, baik saat ulangan harian, penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, ataupun ujian nasional.

Bangun datar adalah salah satu materi yang dipelajari siswa-siswi kelas 4. Dalam bab tersebut, siswa dituntut untuk menguasai konsep tentang luas dan keliling persegi, persegi panjang, dan segitiga. Namun, dalam mempelajarinya, masih ada siswa yang keliru dengan konsep antara keliling dan luas.

“Sekolah memahami bahwa untuk belajar matematika tidak bisa instan, maka diperlukan adanya latihan yang berulang-ulang agar hasilnya pun maksimal”, terang Ustadzah Tessari, selaku wakil kepala sekolah level 4. Menurutnya, selain pengulangan, perlu juga adanya suatu inovasi belajar, baik dari segi model pembelajaran ataupun media belajarnya agar pembelajaran matematika bisa lebih bermakna.

“Penggunaan kartu tanya sebagai media belajar luas dan keliling bangun datar yang dikemas dalam sebuah permainan adalah salah satu solusinya”, lanjut Ustadzah Tessari. Konsep tersebut digadang-gadang dapat mengasah ingatan dan kemampuan siswa mengenai keliling dan luas bangun datar.

Kartu tanya yang digunakan sebagai media belajar, dirancang sebagai kartu yang memiliki dua sisi, yaitu bagian depan dan belakang. Bagian depan berisi soal tentang luas persegi, persegi panjang, atau segitiga. Bagian ini bertuliskan “saya punya”. Sedangkan bagian belakang berisi soal tentang keliling persegi, persegi panjang, atau segitiga. Bagian ini bertuliskan “siapa yang punya?”. Guru membuat kartu tanya sesuai dengan jumlah siswa yang akan mengikuti permainan.

Mula-mula guru membagikan kartu tanya secara acak. Guru menginstruksikan siswa agar membuka bagian depan kartu. Permainan dimulai dari siswa yang memegang kartu “START”. Siswa yang memegang kartu start, kemudian membalik kartunya dan menghitung hasil dari soal yang tertera di bagaian belakang kartu. Misalkan siswa menghitung keliling persegi yang hasilnya 16, maka siswa tersebut akan menyebutkan “siapa yang punya 16?”. Saat siswa pertama mengucapkan “siapa yang punya 16?”, maka semua pemain akan melihat kartu bagian depannya masing-masing. Mereka akan menghitung soal yang ada dibagian depan kartu mereka. Bagi siswa yang mempunyai jawaban 16, maka akan menjawab “saya punya 16”, lalu membalik kartu dan mengerjakan soal di bagian belakang kartu. Misal jawaban soal di bagian belakang kartu adalah 10, maka siswa tersebut akan menyebutkan “siapa yang punya 10?”. Begitu seterusnya. Bagi siswa yang keliru menjawab atau punya jawaban tapi tidak menyebutkannya, maka akan dikenai sanksi. Sanksi yang diberikan adalah sanksi yang sudah disepakati oleh semua pemain, yaitu menjawab tiga buah soal yang diberikan oleh pemain lain dengan benar.

Melalui kartu tanya tersebut, antusiasme siswa dalam mempelajari luas dan keliling bangun datar kian meningkat. Hal ini terlihat dari bagaimana siswa berusaha keras memecahkan tiap soal yang ada di kartunya masing-masing. Mereka tidak mau salah menjawab karena tidak mau dikenai sanksi.

Permainan kartu tanya diakhiri dengan ditemukannya kartu tanya yang bertuliskan “SELESAI, saya menemukan pelakunya”. Siswa yang tidak pernah dikenai hukuman, maka berhak untuk mendapatkan hadiah dari guru. Melalui permainan ini, diharapkan ingatan dan kemampuan siswa mengenai konsep luas dan keliling bangun datar terasah. Sehingga, nilai evaluasi siswa pada bab ini pun maksimal. Disamping itu, pembiasan mengerjakan latihan soal mengenai luas dan keliling bangun datar di sekolah ataupun di rumah juga harus dilaksanakan supaya hasilnya lebih maksimal. (Nur Azijah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *